11.11.13

Menjelajah Hutan Bakau di Pulau Dewata

Siapa sih yang tak kenal dengan Bali? Pulau di sebelah timur Pulau Jawa ini selalu menarik wisatawan, mau wisatawan domestik atau mancanegara. Keindahan alam Pulau Bali yang memesona dan adat budaya masyarakat Bali seakan menjadi pembius dan magnet bagi semua orang. Keindahan Bali seakan tak pernah memberikan kepuasan bagi orang-orang yang dahaga. Tak pelak setiap orang selalu ingin kembali mengunjungi Bali lagi dan lagi. Saya sendiri sudah tiga kali ini ke Bali dan masih saja terpesona dengan alamnya. 

Pulau dewata dikenal dengan wisata alamnya dan kunjungan ke pantai-pantai merupakan agenda wajib bagi setiap wisatawan yang datang. Tapi selain pantai, sebenarnya Bali memiliki banyak tempat wisata alam yang tidak kalah menarik lho. Salah satunya adalah mangrove forest yang terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai sekitar 1 km sebelum patung Dewa Ruci. Ada plang disebelah kiri jalan yang menunjukkan jalan masuk ke mangrove forest ini. Mangrove forest atau hutan bakau ini dikelola oleh MIC (Mangrove Information Center). 

12.6.11

Aku Rindu Alunan Musik Bersyair Ayat-Ayat Mu

Andai Al-Qur'an bisa bicara, ia akan berkata: "Waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku, dengan wudhu kau sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca dengan lirih dan keras, sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi kepadaku, apakah aku bacaan usang? Yang tinggal sejarah? Sekarang kau simpan aku dengan rapi, kau biarkan aku sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari, berlapis debu, dimakan kutu. Ku mohon peganglah aku lagi, bacalah aku setiap hari, karena aku akan jadi penerang dalam KUBURMU!!"

Seorang teman mengirimiku sms dengan isi seperti diatas. Saat itu aku hanya membacanya sekilas, dan bergumam, "mungkin dia hanya ingin menghabiskan sisa bonus smsnya" dan setelah itu aku pun melanjutkan aktivitasku tanpa bertanya maksud dari temanku mengirim sms seperti itu kepadaku. Aku tak pernah ambil pusing.

Kini sudah lebih dari satu tahun sms itu ada di hpku. Tak ada niat dariku untuk menyimpan sms itu tapi entah kenapa tak pernah terbersit keinginan untuk menghapusnya dari dalam inboxku. Pada akhirnya kubiarkan saja sms itu ada di inboxku, walaupun aku tak pernah membacanya lagi. Tersimpan di bagian paling bawah inboxku, menunggu untuk di buka.

12.4.11

Berita Baik di Pagi Hari

Keajaiban datang setiap pagi, dan kali ini hinggap ke Silvi.

Pagi ini saya merasa sangat senang, karena penyakit yang telah di derita lama oleh Silvi, panggilan untuk MacBook saya, akhirnya sembuh. Sebelumnya sudah hampir satu bulan saya merasa frustasi karena "dokter" untuk Silvi tidak ada di Pekanbaru. Apple hanya membuka kantor reseller dan service di areal Jakarta saja, jadi untuk memeriksakan kerusakan yang diderita oleh Silvi,mau tidak mau saya harus ke Jakarta. Tadinya Silvi tidak mau membaca CD/DVD dan selalu memuntahkannya beberapa detik setelah CD/DVD dimasukkan. Tentu saja saya bingung, karena saya sangat jarang menggunakan DVD ROM milik Silvi, tapi kenapa bisa rusak secara tiba2. Saya mulai mencari-cari jawaban di forum, ya mungkin saja saya menemukan cara untuk memperbaiki Silvi tanpa harus pergi ke Jakarta. Sayangnya saya tidak menemukan jawaban untuk masalah ini. Ya, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta bulan Juli nanti.

11.3.11

Nilai Luhur yang Telah Hilang

"Wong Jowo iku dasare nrimo"
Orang Jawa itu pada dasarnya menerima apa adanya.

Banyak orang berpikir kalau semua orang Jawa pasti menerima apa yang diberikan kepadanya dan hanya sedikit yang meminta lebih, tapi tidak dipungkiri banyak dari mereka yang mengharap lebih. Barangkali karena inilah banyak orang luar Jawa yang menganggap orang Jawa malas, karena orang Jawa sudah puas dengan apa yang mereka dapatkan, dengan apa yang mereka capai saat itu.

Ada hal yang salah kaprah tentang kata arti nrimo disini. Nrimo memang berarti menerima apa adanya, tapi bukan berarti orang Jawa menerima semua tanpa mempertanyakannya. Nrimo disini memiliki arti ikhlas. Nrimo juga tidak terbatas pada menerima barang, tapi juga kondisi, keadaan. Karena itu, banyak orang Jawa dikenal dengan orang yang sabar. Sabar dan ikhlas menerima semua. Bersyukur atas karunia Tuhan. Itulah arti dari kata "nrimo" yang sebenarnya.

Dewasa ini budaya nrimo sudah berangsur luntur, menghilang oleh jaman, oleh modernitas. Banyak dari orang Jawa telah kehilangan jati dirinya, nilai luhur budayanya. Tak pelak banyak terjadi kecemburuan, iri, dengki, kebencian hanya karena tidak bisa nrimo, ikhlas dan bersyukur atas karunia Tuhan. Bukankah yang Tuhan berikan adalah yang terbaik bagi kita?