21.2.15

PINDAH TEMPAT

Blog ini sudah tidak lagi saya gunakan. Sekarang saya pindah ke Ardian's Blog. Kunjungi blog saya untuk mengikuti perjalanan saya..

18.2.15

Ngopi di Puncak Gunung Andong

Gunung Andong
Berdiri di puncak gunung dan menyaksikan matahari terbit di ufuk timur selalu menjadi impian para pendaki gunung. Begitu juga dengan saya. Untuk bisa menyaksikan sang fajar yang keluar dari sarangnya, pendakian selalu dimulai di malam hari. Senter menjadi modal utama penerang jalan. Paling enak sih kalau naik gunung pas bulan purnama, cahaya bulan bisa menjadi penerang jalan alami. Lumayan buat menghemat baterai senter. Namun cuaca akan lebih dingin dibandingkan saat bulan sedang bersembunyi. Solusinya siapkan saja jaket yang tebal untuk menghalau dingin malam.

Gunung Andong akhir-akhir ini sedang menjadi perbincangan di antara para pendaki. Gunung ini terletak tidak jauh dari Gunung Merbabu. Tingginya hanya 1726 mdpl. Dengan ketinggian seperti itu, gunung ini cocok untuk para pendaki pemula yang ingin menjajal mendaki gunung. Walaupun tidak begitu tinggi, jangan coba-coba meremehkan gunung ini. Jalan menuju puncak cukup terjal dan menantang. Jarang sekali ada bonus track (sebutan untuk jalan datar) di sini. Tak perlu waktu lama untuk menaklukkan gunung yang punya dua puncak dan satu makam ini. Normalnya hanya dibutuhkan waktu sekitar satu sampai satu setengah jam untuk menaklukkan Gunung Andong.

11.11.13

Menjelajah Hutan Bakau di Pulau Dewata

Siapa sih yang tak kenal dengan Bali? Pulau di sebelah timur Pulau Jawa ini selalu menarik wisatawan, mau wisatawan domestik atau mancanegara. Keindahan alam Pulau Bali yang memesona dan adat budaya masyarakat Bali seakan menjadi pembius dan magnet bagi semua orang. Keindahan Bali seakan tak pernah memberikan kepuasan bagi orang-orang yang dahaga. Tak pelak setiap orang selalu ingin kembali mengunjungi Bali lagi dan lagi. Saya sendiri sudah tiga kali ini ke Bali dan masih saja terpesona dengan alamnya. 

Pulau dewata dikenal dengan wisata alamnya dan kunjungan ke pantai-pantai merupakan agenda wajib bagi setiap wisatawan yang datang. Tapi selain pantai, sebenarnya Bali memiliki banyak tempat wisata alam yang tidak kalah menarik lho. Salah satunya adalah mangrove forest yang terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai sekitar 1 km sebelum patung Dewa Ruci. Ada plang disebelah kiri jalan yang menunjukkan jalan masuk ke mangrove forest ini. Mangrove forest atau hutan bakau ini dikelola oleh MIC (Mangrove Information Center). 

12.6.11

Aku Rindu Alunan Musik Bersyair Ayat-Ayat Mu

Andai Al-Qur'an bisa bicara, ia akan berkata: "Waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku, dengan wudhu kau sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca dengan lirih dan keras, sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi kepadaku, apakah aku bacaan usang? Yang tinggal sejarah? Sekarang kau simpan aku dengan rapi, kau biarkan aku sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari, berlapis debu, dimakan kutu. Ku mohon peganglah aku lagi, bacalah aku setiap hari, karena aku akan jadi penerang dalam KUBURMU!!"

Seorang teman mengirimiku sms dengan isi seperti diatas. Saat itu aku hanya membacanya sekilas, dan bergumam, "mungkin dia hanya ingin menghabiskan sisa bonus smsnya" dan setelah itu aku pun melanjutkan aktivitasku tanpa bertanya maksud dari temanku mengirim sms seperti itu kepadaku. Aku tak pernah ambil pusing.

Kini sudah lebih dari satu tahun sms itu ada di hpku. Tak ada niat dariku untuk menyimpan sms itu tapi entah kenapa tak pernah terbersit keinginan untuk menghapusnya dari dalam inboxku. Pada akhirnya kubiarkan saja sms itu ada di inboxku, walaupun aku tak pernah membacanya lagi. Tersimpan di bagian paling bawah inboxku, menunggu untuk di buka.

12.4.11

Berita Baik di Pagi Hari

Keajaiban datang setiap pagi, dan kali ini hinggap ke Silvi.

Pagi ini saya merasa sangat senang, karena penyakit yang telah di derita lama oleh Silvi, panggilan untuk MacBook saya, akhirnya sembuh. Sebelumnya sudah hampir satu bulan saya merasa frustasi karena "dokter" untuk Silvi tidak ada di Pekanbaru. Apple hanya membuka kantor reseller dan service di areal Jakarta saja, jadi untuk memeriksakan kerusakan yang diderita oleh Silvi,mau tidak mau saya harus ke Jakarta. Tadinya Silvi tidak mau membaca CD/DVD dan selalu memuntahkannya beberapa detik setelah CD/DVD dimasukkan. Tentu saja saya bingung, karena saya sangat jarang menggunakan DVD ROM milik Silvi, tapi kenapa bisa rusak secara tiba2. Saya mulai mencari-cari jawaban di forum, ya mungkin saja saya menemukan cara untuk memperbaiki Silvi tanpa harus pergi ke Jakarta. Sayangnya saya tidak menemukan jawaban untuk masalah ini. Ya, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta bulan Juli nanti.

11.3.11

Nilai Luhur yang Telah Hilang

"Wong Jowo iku dasare nrimo"
Orang Jawa itu pada dasarnya menerima apa adanya.

Banyak orang berpikir kalau semua orang Jawa pasti menerima apa yang diberikan kepadanya dan hanya sedikit yang meminta lebih, tapi tidak dipungkiri banyak dari mereka yang mengharap lebih. Barangkali karena inilah banyak orang luar Jawa yang menganggap orang Jawa malas, karena orang Jawa sudah puas dengan apa yang mereka dapatkan, dengan apa yang mereka capai saat itu.

Ada hal yang salah kaprah tentang kata arti nrimo disini. Nrimo memang berarti menerima apa adanya, tapi bukan berarti orang Jawa menerima semua tanpa mempertanyakannya. Nrimo disini memiliki arti ikhlas. Nrimo juga tidak terbatas pada menerima barang, tapi juga kondisi, keadaan. Karena itu, banyak orang Jawa dikenal dengan orang yang sabar. Sabar dan ikhlas menerima semua. Bersyukur atas karunia Tuhan. Itulah arti dari kata "nrimo" yang sebenarnya.

Dewasa ini budaya nrimo sudah berangsur luntur, menghilang oleh jaman, oleh modernitas. Banyak dari orang Jawa telah kehilangan jati dirinya, nilai luhur budayanya. Tak pelak banyak terjadi kecemburuan, iri, dengki, kebencian hanya karena tidak bisa nrimo, ikhlas dan bersyukur atas karunia Tuhan. Bukankah yang Tuhan berikan adalah yang terbaik bagi kita?

27.2.11

Petugas Imigrasi "Mengemis"

Mereka "mengemis" dibelikan 2 buah kaleng minuman atas dalam cara yang tidak pantas.

Masih dengan topik yang sama, pembuatan passpor di Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru. Kali itu, saya bersama seorang teman pergi untuk mengambil passpor pada hari yang dijanjikan, Selasa - asal tahu saja, sebelumnya kami disuruh datang hari Senin, tapi lalu diundur menjadi Selasa. Kami berdua tiba disana sekitar pukul 8.30 pagi. Tanpa basa-basi, kami langsung menyodorkan slip pembayaran ke loket bagian pengambilan passpor. Kami disuruh untuk menunggu sebentar. Selang sekitar 5 menit, nama kami di panggil. Petugas loket bilang bahwa passpor kami belum jadi. Kami berdua kaget, dan mengajukan protes, bukannya harusnya sudah jadi, kami sudah menunggu sekitar 10 hari sejak wawancara dan bukankah disana ada tulisan besar yang mengatakan bahwa passpor jadi 4 hari setelah wawancara. Lalu kami menanyakan kepastian kapan passpor kami jadi, dan petugas tersebut bilang bahwa kami harus kembali lagi besok Rabu. Saya agak sanksi, karena itu saya desak lagi, "pastinya kapan?". Petugas tersebut dengan entengnya bilang bahwa, " KALAU YANG PASTI-PASTI, HANYA TUHAN YANG TAHU!". Saya kaget mendengar jawaban petugas tersebut. Kenapa harus membawa-bawa Tuhan dan mengkambinghitamkan Tuhan atas keteledoran dan ketidakbecusan kalian dalam pekerjaan. Memang Tuhan Maha Tahu, saya tahu itu, tapi bukan berarti hal itu bisa di jadikan alasan. Saya rasa mereka semakin gila saja.

Kami masih berusaha memohon dengan baik-baik - walaupun rasa marah ini sudah hampir meledak, tolong dicek siapa tahu udah jadi. Lalu petugas itu pergi masuk ke dalam ruangan selama sekitar 10 menit. Dan hasilnya adalah nihil, dia bilang passpor kami belum di tanda tangani. Apa susahnya tanda tangan? Seberapa berat pena mereka hingga tidak bisa menggoreskan pena diatas kertas? Sudah 10 hari, dan passpor saya belum jadi dengan alasan belum di tanda tangani. DASAR MALAS! Akhirnya kami pulang dengan tangan kosong dan harus kembali lagi pada hari Kamis, itupun masih belum ada kepastian apakah passpor kami sudah jadi atau belum. Ingin rasanya saya lempar pot yang ada di atas meja ke muka petugas tadi.


Tepat hari Kamis sore, teman saya mengambil passpor untuk kesekian kalinya. Saat teman saya datang, petugas itu sedang minum tanpa menghiraukan kehadiran teman saya disana. Teman saya menyodorkan slip pembayaran passpor. Petugas tersebut lalu mencari passpor kami didalam loker. Akhirnya passpor kami jadi, tapi sebelum memberikan passpor tersebut kepada teman saya, petugas tersebut bilang bahwa dia haus, trus apa urusannya dia haus, bukankah dia BARU SAJA minum, kalaupun habis, kenapa tidak refil saja? Ternyata dia meminta dibelikan dua buah minuman kaleng. Teman saya kaget ditodong seperti itu. Petugas tersebut meminta upah atas apa yang sudah menjadi kewajibannya. Karena tidak ingin memperpanjang urusan, akhirnya teman saya membelikan dua buah minuman kaleng kepada petugas yang mengemis tersebut. Setelah itu diapun bangga dan tersenyum, kalau saya disana, saya pasti akan melihat dengan jijik dan kasihan kepada petugas yang "mengemis" tersebut.

Total dibutuhkan waktu sekitar 3 minggu dengan 6 kali bolak-balik ke kantor Imigrasi.

Saat saga bercerita tentang pengalaman saya kepada beberapa orang teman, ternyata mereka juga mengalami masalah yang sama, dan parahnya, kejadian seperti ini sudah menjadi RAHASIA PUBLIK. Teman saya juga bilang bahwa dia salut kepada kami karena menggunakan jalur legal. Dan benar pesan dia, bahwa kami harus sabar kalau membuat passpor dengan cara legal, karena bisa dipastikan pengalaman saya tidak hanya terjadi kepada saya, tapi hampir kepada semua orang yang membuat passpor secara legal.


Para petugas Imigrasi Pekanbaru memang suka main calo dan harus di"tampar" uang dahulu sebagai pelicin. Dan pernah saya melihat seseorang tanpa seragam keluar masuk membawa berkas yang banyak - saya berpikir dia adalah calo, karena selama tiga minggu dia selalu tampak disana berkeliling kantor imigrasi mencari "mangsa". Ternyata petugas dengan calo sudah berteman akrab. Dan parahnya, petugas imigrasi secara terang-terangan "mengemis". Hal ini sungguh miris, mental mereka memang mental pengemis. Harusnya hal seperti ini sudah ditindak oleh pemerintah setempat, tapi saya yakin pemerintah setempatpun juga mengambil bagian.

21.2.11

Yang Penting Marah-Marah Dulu

Terkadang merendahkan diri itu perlu agar orang yang bersangkutan mau menolong kita, bahkan mencaci diri kita sendiri.

selang beberapa hari, saya kembali lagi untuk mengumpulkan berkas permohonan pembuatan passport. Saat itu saya bertemu lagi dengan petugas yang sebelumnya telah menolak untuk menerima berkas saya, karena saat itu sudah jam setengah 4 dan mereka beralasan akan beres-beres karena sudah jam pulang. Tidak lama setelah saya mengumpulkan berkas-berkas tersebut, nama saya di panggil dan ternyata berkas saya tidak lengkap, kurang surat keterangan bekerja. Diantara lima berkas, hanya tiga berkas yang tidak lolos, padahal setahu saya, semua berkas tidak menyertakan surat keterangan kerja didalamnya. Spontan saya tanya lagi untuk memastikan, bagaimana dengan kedua berkas bernama xxx dan yyy, dan petugas tersebut menjawab berkas mereka lengkap. Hal ini tentu membuat saya kaget dan akhirnya saya harus balik kekantor untuk meminta surat keterangan kerja, karena surat tersebut tidak bisa diberikan nanti saat wawancara. Setelah semua lengkap, kami kembali lagi kesana untuk mengumpulkan berkas-berkas tersebut..

Siangnya, seorang teman saya menanyakan berkas asli kepunyaan dia dan istrinya, setelah dicek ternyata kurang satu, KTP teman saya. Kami berdua berencana untuk kembali ke kantor imigrasi bermaksud untuk meminta KTP asli kepunyaannya, karena KTP tersebut dia dapatkan setelah membayar uang sekitar 1,5 juta. Gila, saya dulu bikin KTP di Salatiga hanya bayar 6 ribu, tapi di Pekanbaru harus bayar 1.5 juta untuk 2 KTP dan 1 KK - setelah saya konfirmasi ulang ternyata lewat "pintu belakang".

Sesampainya disana, ternyata petugas tersebut tidak kooperatif, dan menyalahkan saya karena tidak mengecek. Sontak saya kaget, bukannya dia yang bertugas mengecek, dan kami datang dengan baik-baik hanya untuk mengambil KTP "mahal" teman saya. Disana kami dimarahi habis-habisan dan saya cuma bisa minta maaf, walaupun sebenarnya kami tidak salah. Mereka tetap bersikeras tidak mau mengambilkan dengan alasan semua berkas sudah masuk dan susah mencarinya. Bukannya berkas itu hanya masuk sekitar 1.5 jam yang lalu. Buset, ni petugas malas banget carinya. Mereka malah asik menyulut rokok, padahal masih jam kerja - sekitar jam 11 siang. Saya agak sedikit emosi, ingin rasanya melempar petugas tersebut dengan helm - kebetulan saat itu saya sedang membawa helm, tapi apa daya, kami hanya bisa bersabar dengan tingkah para petugas imigrasi yang tidak kooperatif dan memalukan. Akhirnya setelah lama memohon, merendahkan diri sendiri, dan mereka puas memarahi kita, akhirnya dia mau mengambilkan KTP teman saya. Taukah kalian, untuk mengambil KTP yang katanya susah dicari tersebut hanya memakan waktu tidak lebih dari 5 menit.. Memang dasar petugas malas!!

Kejadian diatas terulang lagi, saat saya bermaksud menanyakan nomor passport, karena saya butuh nomor tersebut untuk membeli tiket. Sialnya, kuitansi pembayaran milik salah satu teman saya terselip didalam map permohonan passport dan saya menggunakan KTP teman saya tersebut untuk meminta nomor passport. Hal yang sama terjadi, petugas tersebut bersikeras tidak mau mencarikan dengan alasan sangat susah mencarinya. Setelah puas memarahi saya, dia mengetikkan sesuatu dikomputer dan JREENGGG,,, dia menemukan nomor passport teman saya dalam waktu kurang dari 1 menit didalam komputer tersebut, padahal tadi dia bersikeras tidak mau mencarikan dengan alasan susah carinya. Sungguh ajaib!!Ternyata orang-orang disini suka memarahi orang lain dulu, baru mau membantu dan memberi tahu apa yang kita mau..
PS:bersabarlah kalau anda ke Pekanbaru dan berurusan dengan orang pemerintahan, mereka lebih suka menggunakan otot dulu sebelum bertindak.

4.2.11

Instansi Pemerintah MEMANG Mengecewakan

Hari rabu lalu, saya dan kawan-kawan bermaksud untuk mengurus passport di kantor imigrasi Pekanbaru. Kami berlima datang pagi-pagi sekali ke kantor imigrasi untuk mengambil formulir dan mengisi, dengan harapan tidak antre terlalu banyak nantinya. Kami diharuskan membayar sepuluh ribu untuk formulir yang hanya beberapa lembar kertas dan satu map, saya rasa itu terlalu mahal untuk harga beberapa lembar kertas formulir - tidak sombong, saya pun bisa membuat replikanya dengan sama persis.

Cukup lama saya mengisi formulir tersebut dikarenakan banyak ketidakjelasan kalimat yang tertera dalam formulir tersebut. Berbeda dengan formulir pengurusan passport di Semarang yang didalamnya ada surat pernyataan diri sendiri, di dalam formulir pengurusan passport di Pekanbaru, disertakan surat pernyataan dari orang tua atau wali, dimana menurut saya hal ini kurang tepat, karena saya disini sudah berumur 23 tahun, pertanyaan saya, "Kenapa dalam umur yang segini masih saja harus merepotkan orang tua?" Bukankah batas dewasa dalam aturan hukum adalah 21 tahun. Tapi saya setuju apabila surat pernyataan tersebut diperuntukkan untuk anak-anak, lagipula mereka masih membutuhkan pengawasan dari orang tua.

Selesai mengisi formulir, kami bermaksud untuk menumpuk berkas formulir ke loket yang ada, tapi disana, kami malah "dilempar" ke loket penjaga dengan alasan mengambil urutan antrean. Maka, kami berlima pergi ke loket penjaga dan di suruh untuk menumpuk berkas formulir kami di meja dan disuruh menunggu. Karena penasaran, saya bermaksud untuk melihat apa yang sedang dikerjakannya, maka saya mendatanginya. Saya agak kaget melihat sang penjaga yang hanya menulis nama kami di dalam buku lalu menuliskan kapan kami diharuskan datang lagi di atas map, tanpa mengecek isi berkas didalamnya. Trus untuk apa kami kesana pagi-pagi kalau hanya untuk mengambil urutan antrian saja.

Setelah menuliskan tanggal dan hari dimana kami harus datang lagi, diapun memanggil kami. Diatas map tertera bahwa kami harus datang lagi 2 hari kemudian, karena hari selanjutnya libur. Kami pergi ke loket untuk memastikan kapan kami bisa datang lagi. Penjaga loket bilang bahwa kami bisa datang siang, karena kami berada di urutan ke 34. Sekali lagi kami bertanya, siang yang dimaksud jam berapa, supaya nantinya kami tidak terlalu lama menunggu, dan dia bilang jam setengah 4 aja. Kami bertanya lagi, "Memangnya masih buka?", dan dia bilang, "Masih, kita buka sampai jam 4 kok."

Sore ini, kami datang sesuai jam yang telah di sepakati, jam setengah 4. Kami berlima langsung berjalan menuju ke loket dan mendapati disana tidak ada seorang pun. Bahkan penjaga loket disebelahnya sibuk ngobrol ditelpon, tanpa menghiraukan kami. Saya bilang kepada penjaga loket tersebut, bermaksud untuk mengumpulkan formulir, tapi penjaga loket tersebut malah mengacuhkan kami, dan masih tetap ngobrol di telpon.

Setelah sekitar 5 menit kami menunggu, datang seorang petugas yang ada di loket 1, ketika kami mau mengumpulkan berkas tersebut, petugas tersebut malah bilang datang lagi besok Senin saja. Sontak saya dan teman saya marah-marah dengan sikap petugas imigrasi yang tidak konsisten. Mereka sendiri yang bilang bahwa kami bisa datang jam setengah 4, tapi kenyataannya kami diusir dan harus kembali lagi hari Senin mendatang. Petugas tersebut berdalih bahwa mereka mau beres-beres untuk pulang. Kami semakin marah karena waktu pulang saja masih setengah jam lagi. Spontan saja, kami langsung memaki mereka, tapi kami memaki menggunakan bahasa Jawa - dia cuma mlongo ga tau artinya. Dan dengan perasaan kesal, kami memutuskan untuk pulang ke rumah.

Hal seperti itulah yang membuat saya JIJIK mendengar kata "PNS dan PEGAWAI PEMERINTAH". Mereka cuma duduk - duduk saja sudah dapat gaji - sewaktu saya kesana hari rabu, sekitar jam 8 pagi, banyak petugas yang sudah nongkrong di kantin sambil ngopi dan nggosip, sungguh ironis. Terus terang saya merasa prihatin, buat apa mereka susah payah sekolah tinggi, menghabiskan uang banyak, kalau akhirnya tidak memakai dan mengembangkan ilmu yang telah mereka dapatkan. Bahkan, di tempat imigrasi tadi, ada orang yang menawarkan lewat calo saja, prosesnya tidak ribet, 1 hari langsung jadi, tapi biayanya mahal, bisa 3x lipat. Dan orang tersebut juga bilang, kalau buat passport untuk pertama kali memang prosesnya dipersulit - ya agar para pengurus mau pakai calo, kan mereka bisa dapat "uang tambahan". Yang paling ironis adalah calo tersebut adalah orang "dalam". Trus bagaimana bisa maju kalau petugasnya saja seperti itu.

PS: kalau mau bikin passport, mending jangan di Pekanbaru, kalaupun terpaksa, cari kenalan orang "dalam" siapa tau lebih mudah dan murah.

9.1.11

Faktor "U" atau Tren 2011

Sebelum pergi kemana-mana, pastikan anda tidak meninggalkan sesuatu yang nantinya akan membuat anda malu. Setidaknya itulah yang harus saya perhatikan mulai sekarang. Sebelum pergi, mengecek dulu semua barang, apakah sudah sesuai pada tempatnya atau belum.
Kejadian ini belum lama, mungkin minggu lalu, saat itu saya pulang kerja, dan hendak pergi ke tempat les. Karena waktu les masih agak lama, maka saya bermaksud untuk pulang ke mess terlebih dulu, terus baru pergi ke tempat les. Setelah sempat bersih-bersih, mandi, ngemil, tiduran sebentar, dan akhirnya tibalah waktunya pergi ketempat les. Setelah bersiap-siap pake baju necis, wangi-wangian pengusir lalat dan nyamuk, akhirnya saya bergegas pergi ketempat les yang jaraknya lumayan jauh, mungkin sekitar 4 km. Karena takut telat, saya sedikit tancap gas dijalanan. Setelah berlenggak-lenggok kiri-kanan selama sekitar 15 menit, akhirnya saya sampai di tempat tujuan. Tidak lama setelah saya datang, datanglah seorang murid yang bermaksud untuk les. Saat itu saya masih tidak sadar dengan kesalahan yang terjadi pada diri saya. Dan tak satupun orang ditempat les yang menyadari adanya keanehan pada saya.

Akhirnya misteri pun terkuak, saat saya melihat kebawah, kearah kaki saya, ada suatu pemandangan ganjil. Spontan saya kaget, dan mengutuk kebodohan yang terjadi. Teman-teman dan para murid yang ada di tempat les langsung melihat saya yang sedang ngomong sendiri. Spontan mereka juga tertawa melihat kebodohan yang saya lakukan. Dan kebodohan itu adalah, saya memakai sandal beda sebelah. Bisa dibayangkan, betapa bodohnya. Mungkin ini karena faktor "U" (usia) atau mungkin karena saya sendiri yang sedang ceroboh tidak memperhatikan dulu sandal yang saya kenakan. Yah, semoga kejadian ini tak akan terulang di tempat yang salah lagi. Coba bayangin klo hal ini terjadi sewaktu sedang main ke Mall, bisa tutup muka pake plastik nih, atau beralasan kalau tren 2011 harus pakai sandal beda sebelah, bahasa kerennya sih SANDAL SELEN.



3.1.11

Pasang Telinga saat di Bandara

Kalau anda pergi ke bandara, jangan takut tertinggal pesawat, karena biasanya pengumuman tentang keberangkatan suatu pesawat biasa diumumkan lewat microphone. Selain itu, bila ada seorang penumpang yang belum naik kedalam pesawat, maka akan di panggil juga lewat microphone, untuk segera naik kedalam pesawat. Tapi, pagi tadi saya melihat satu hal yang cukup lucu. Di bandara Internasional Soekarno - Hatta, saya melihat dua orang petugas bandara sedang berlari-lari sambil berteriak memanggil nama seseorang yang belum masuk kedalam pesawat. Sungguh lucu karena sebenarnya hal itu bisa dilakukan menggunakan microphone yang tentu saja menghemat waktu dan pastinya bisa di dengar oleh seluruh orang di seluruh bagian terminal. Yang lebih lucu lagi, seorang petugas berteriak memberitahukan tujuan pesawat, "Malang…Malang…". Padahal di bagian lorong ada sebuah tv yang mencantumkan tujuan dari pesawat tersebut dan sebelumnya saya mendengar pengumuman tentang tujuan pesawat tersebut. Mungkin saja karena tidak puas, maka seorang petugas keluar sambil teriak-teriak. Hal ini mengingatkan saya dengan terminal angkot atau terminal bus, dimana sang kernet atau kondektur biasa berteriak tentang tujuan bus untuk mencari penumpang. Apakah karena namanya sama - sama terminal?

Setelah turun dari pesawat, biasanya kita langsung menunggu di conveyor belt untuk mengambil barang bawaan kita yang sebelumnya disimpan di dalam bagasi. Conveyor Belt itu sendiri biasanya di buat meliuk-liuk seperti ular, dan kita tinggal menunggu sampai barang - barang kita datang. Pengalaman saya, conveyor belt paling bagus adalah di terminal Mandala di bandara Soekarno - Hatta, karena selain tempatnya yang luas dan bersih, kita juga tidak perlu berdesak-desakan. Lain ladang, lain jangkrik. Berbeda dengan Bandara Sultan Syarif Qasim di Pekanbaru, kita harus bersedia berdesak-desakkan untuk mencari spot yang pas saat menunggu barang kita, karena conveyor belt disini cuma sepanjang kurang lebih 5 meter, jadi bisa di bayangkan berapa banyak orang yang berdesakkan menunggu barang - barang yang datang dari bagasi. Kalu dilihat sih lebih mirip orang antri sembako di kelurahan gitu. Tapi kalau anda tidak ingin repot berdesak - desakkan, anda bisa menyewa seorang portir untuk mencarikan barang anda.

26.12.10

Tanya Dulu, Baru Pesan

Inilah kali kedua aku salah pesen minum, bukannya salah, tapi lebih tepatnya terkena tipu muslihat. Semua bermula dari ajakan seorang teman yang malam ini akan perform di sebuah kafe. Karena dah lama sekali tidak bersua dan tentunya pengen banget liat temen ngejam, maka dengan semangat 45 aku dan temen-temen meluncur ke TKP. Karena tu kafe baru, dan ini juga kali pertama aku kesana, pertama agak bingung juga, dimana tempatnya, tapi berbekal insting yang kebetulan bener + kompas n globe, disertai doa dan tanya mas tukang parkir, akhirnya nyampe juga ke TKP dengan selamat sentosa. Hore!!

Tanpa pikir panjang, kita langsung masuk ke atas (tempatnya 2 lantai, tapi yang bawah kosong) mencari spot yang enak untuk ngopi. Eh, Tak taunya waitress disana ternyata teman semasa SMA, untung masih inget, coba klo enggak, pasti jadinya kayak gini:

aku : "mbak, kayaknya kenal deh, temen SMA ku ya?"
waitress : "Hah?!? Masak sih?"
aku : "Iya, dulu kan sekelas pas kelas 3?"
waitress : "Masnya klo ga tau ga usah sok kenal deh, tar jangan2 ga bawa uang
lagi, trus minta bayarin."
aku : " ….."

Setelah lama melihat, membaca, menimbang, dan menerawang daftar menu, akhirnya aku memutuskan untuk pesen satu gelas kopi afigato (klo ga salah namaya itu). Penasaran sih dengan namanya, dan tentunya karena harganya yang agak murah cuma 7 ribu sob, hehe, maklum lagi kere hore. Dan setelah agak lama menunggu, akhirnya kopi yang aku pesen datang juga. Teng tren teng,, si waitress datang dan membagikan minuman yang tadi sudah di pesan. Satu persatu minuman dibagikan. Disinilah kesialan berlangsung. Kopi yang aku pesen ternyata cuma seukuran 1 cangkir sloki setinggi ga kurang dari 7 cm dengan diameter sekitar 4.5 cm. Gila, ni kafe pelit amat yah. Dan yang lebih parah, selain rasanya manis tuh kopi ga panas sama sekali, padahal di daftar menu tertera kata HOT. Sejak kapan kata HOT berarti dingin. Tau gitu tadi aku bawa kopi bungkus + termos aja kesini, buat sendiri. Lebih afdol dah. Karena ga mau rugi, aku minum aja dikit - dikit, trus pas dah mau habis, aku campur aja pake root beer biar agak banyakan dikit, walau rasanya jadi aneh banget. Pengen deh bilang ma yang punya kafe."Om, lain kali daftar menunya di kasih gambar plus ukuran gelas ya.."

Kejadian ini juga hampir sama saat pesan kopi di salah satu restauran di Pekanbaru. Bahkan harganya lebih mahal, sekitar 12 ribu, untuk secangkir kopi yang isinya lebih sedikit. Liat aja neh perbandingannya:

Tips saat beli kopi di kafe atau restauran; jangan tergiur dengan harga yang murah, atau ada kemungkinan anda akan terkena jebakan batman. Entah rasanya yang ga enak, atau ukurannya yang ga sepadan. Biasakan tanya dulu ukuran gelas sebelum pesan, atau anda akan menyesal kemudian.

19.12.10

Menjelajah Ibukota


Perjalanan dimulai pada pukul setengah 1 siang. Kami berempat berencana untuk pergi menjelajahi ibukota. Tujuan pertama adalah mall m*ngga d*a. Sesampainya di m*ngga d*a, kami mencari tampat untuk parkir, dan akhirnya kami sepakat untuk parkir di basement dengan harapan masi ada banyak tempat, Saat pertama kali msuk, ada seorang tukang parkir, panggil aja JOKO, nah si JOKO ini mendatangi kita karena mungkin lihat kita yang clingak-clinguk cari tempat parkir. kok bisa tau ya, padahal kita di dalam mobil, sedang dia jauh di belakang. Nah, setelah deket gitu, si JOKO nawarin tempat parkir sama kita, tapi tentu ga gratis lah. buset, udah bayar parkir di depan, masih ada bayar lagi untuk parkir didalam, bukannya mereka udah di gaji untuk itu, gila. awalnya kita sih nolak, soalnya kita berasumsi bahwa masih banyak tempat parkit di sana. tapi, ternyata susah juga cari tempat parkir, ya mungkin karena lagi weekend kali, jadi banyak orang yang maen ke situ juga.

Seorang tukang parkir datang lagi, tapi bukan si JOKO, pihak kedua ini kita sebut saja SUPAR, si SUPAR juga nawarin kita tempat parkir, karena kita udah bingung mau nyari kemana, akhirnya kita terima aja tawaran si SUPAR. akhirnya kita berhasil masuk ke dalam m*ngga d*a, ternyata didalam masi ada lomba main PB entak cewek, entah cowok, semua campur gitu lah, serunya, mereka juga boleh bawa perangkat sendiri. ada juga yang bawa mouse pad gede kayak kesed kaki gitu, tuh mau buat mouse pad ato kesed ya.. buset, ni mall gede banget, trus isinya toko komputer semua, bikin ngiler deh liatnya. klo saja punya uang, pasti dah borong asesoris tuh,,sial. nah, lanjut, disana juga lagi ada lomba fotografi gitu, model2nya ajib abis,,bening cuy. setelah mata dan hati terpuaskan, maka kita langsung meluncur ke toko yang di tuju. setelah milih-milih barang, akhirnya 2 temen ane pesen cooler n ram, tapi ternyata sial, distributornya udah tutup. dengan muka cengok dan mata yang hampir copot kita memutuskan tuk pergi dari mall itu,,udah susah2 parkir, eee..malah ga dapat, sial banget ga sih tuh, okelah gpp.

Perjalanan lanjut, kita meluncur ke amb*sad*r malam itu, dengan tujuan beliin hape buat nyokap, masalah disini juga sama, parkir, di bagina depan udah ada tanda "NO TIPPING" maksudnya jangan kasih tip buat para tukang parkir, tapi tetep aja, mereka minta tip, parah banget neh kota, dikit2 minta uang padahal udah jelas itu melanggar, buset dah. okelah, kita masuk ke amb*sad*r, setelah muter2 cukup lama, akhirnya kita nemu konter yang jual hape agak murah, langsung aja pacar temen ane beraksi dengan jurus tawar menawar, gila gw liatnya kayak orang berantem, ga tega amat. sepertinya butuh payung nih. nah, setelah sekian lama menawar, akhirnya dapet juga hapenya, lumayan juga nih, g sia-sia bawa pacar temen gw buat nawar, tips: bawa pacar kalian klo ingin beli barang di pasae, pastikan cewek kalian bisa menawar, kalo ga bisa training dulu aja dirumah, hasilnya pasti ga mengecewakan deh,,
hape udah ditangan, sekarang saatnya makan, dah dari siang neh belum makan. kita naek satu lantai diatas buat makan. pas liat harganya, ni restaurant bener ga sih pasang harganya, ga rasional banget, coba bayangin, es teh aja cuma 250 perak, gile ga tuh, sementara gw beli teh es di pekanbaru aja 3 rebong, wah surga neh.. dengan muka ganas kayak ga pernah makan 5 hari, akhirnya kita pesen macem-macem makanan, wuah puas juga neh. setelah perut kenyang kita lanjut lagi ke tujuan utama, MONAS. oya di restaurant tadi, klo kita mau cuci tangan, harus melambaikan tangan dulu di sensor infra red nya, klo ga gitu, tar airnya ga bakal keluar, wah, ni wastafel cakep banget deh.. bisa di buat orang yang males puter2 kran. tapi gimana klo listrik mati ya, pasti pada ga bisa cuci tangan deh.

OK, perjalanan lanjut lagi, pas udah hampir deket ma tujuan, temen ane di suruh minggir ma pak polisi, buset dah, kenapa neh, kok tiba2 polisi nyuruh kita minggir, perasaan kita ga nglanggar marka deh,, eh ternyata tuh polisi cari2 kesalahan kita, ya, akhirnya temen gw negosiasi gitu lah, minta damai. akhirnya temen gw ngasih upeti ma tuh polisi, 50rebong, langsung aja tuh polisi nylonong pergi kayak ga ada apa2 gitu. gw cuma bisa prihatin, para polisi, penegak hukum suka banget trima ato cari uang ga halal gitu, trus kapan negara kita bisa maju??
sesampainya di monas, gw berniat untuk ambil foto pake hape gw, eeeee….anjriiit, hape gw low batt, trus mati total,,,gagal deh mengabadikan momen disana. untung aja temen gw bawa kamera, ya,,walaupun low batt juga she, tapi untungnya bisa ambil foto2 disana. setelaah muter2 monas dan nongkrong cukup lama. oya, monas tu ternyata kotor banget, sampah dimana2. harusnya pemerintah menyediakan tempat sampah yg cukup, so biar ga pada buang sampah sembarangan gitu, kan dah ada slogan dilarang buang sampah sembarangan, tapi gimana bisa terwujud? tempat sampah aja mumpet entah dimana, satu lagi, harusnya ada juga toilet portable yang cukup, soalnya susah klo mau pipis ato berak..ah, dah ah, capek nulisnya, sekian dulu buat catatan harian anak rantau..

17.11.10

LEBARAN KE 2

HUAAHH...Tak terasa dah lebih dari 6 bulan hidup di kota bertuah ni,,dan juga 2 kali lebaran disini,,ga enak juga melewatkan ketupat opor di hari lebaran ni,,rasanya kok seperti ada yang kurang,,asal tau aja sob, makanan di pekanbaru tu ga kreatif,tiap hari makan cuma masakan pa****, pengen banget makan sayur2an gitu,,biarin mau dipanggil kayak kambing,,tapi beneran,makanan disini tu bikin bosan,,saran bagi kalian yang mau kesini, belajar lah masak dari simak, simbok, si inem,,klo perlu bawa juga buku resep rahasia keluarga kalian, yah sapa tau kalian bisa buka usaha warung sayur goyang disini,,hehehe,,

tapi emang, kayaknye tuh skill musti dimiliki untuk setiap orang berjiwa merantau,biar g kaliren gitu sob,,tambah lagi makanan disini banyak kolesterol n daging,,mahal pula..seperti pepatah,seperti durian berbiji pongge,, *cari aja artinya sendiri..

besok lebaran Idul Adha sob, it means that we have to sacrifice cow or goat,, *pray for them,,amin..
sesuai tradisi, kalo tiap selesai salat Ied, biasanya ada bagi2 daging kurban,,tapi berhubung udah nek ma yang namanya daging, lebarn kali ini, mungkin ga ngrasain dulu daging korban,,
oya, biasanya kalo di salatiga, keluargaku bisa dapet 2 bungkus, sob, maklum, orang rumah tu banyak,,nah, biasanya kita bakar + sate bareng tuh,,tapi klo disini kayaknye ga bisa gitu deh,,nasib anak rantau..

nah,malem tadi, jalan rame banget, buset, sampe maceet gitu lah,,banyak orang pada takbir keliling gitu pake mobil hias,,bagus seh, cuma kurang rapi aja dijalan,masih pada ngawur gitu lah,,tau lah klo orang sini tuh pada ga bisa baca rambu2 lalu lintas,,

hmm..kayaknya udah dulu ya sob,,mau tidur neh,,besok musti bangun pagi trus salat,,

SELAMAT IDUL ADHA,,

13.11.10

I'm back

ah,,senang rasanya bisa kembali lagi ngisi uneg-uneg disini..dah lama banget blog ni ga keurus,,sama kayak yang punya,,ga ada yang ngurusi,,hehe,,ehh,,ternyata kemarin aku ultah, n dapet kue juga dari temen,,pake acara tiup lilin segala lagi,,kayak anak kecil aja,,plus tuh kue atasnya bergambar mobil,tambah lagi deh nilai minus,huhu,,anyway,,kuenya enak,sorry ga bisa bagi2,,hehe,,dah terlanjur abis.sekian dulu unttuk acara pembukaannya..*lagi ngetes modem baru sob